Domain Lilbee


DOMAIN adalah merupakan konsep pembelajaran yang memadukan antara Dongeng, Musik dan Permainan

Read More
Thursday, December 12, 2013 0 comments

Peresmian Kampung Dongeng Bekasi


 























Read More
Location: Bekasi, Indonesia Thursday, May 30, 2013 0 comments

Metode Sentra


Beyond Center and Circle Time (BCCT) atau yang lebih terkenal dengan sebutan pendekatan ‘sentra dan lingkaran, pertama kali diperkenalkan di Florida, AS, yang kemudian diadopsi oleh Indonesia.

Metode sentra dan lingkaran merupakan metode yang melibatkan anak dalam setiap kegiatannya. Hal ini melihat dari kecenderungan anak belajar sesuatu dengan melakukan langsung. Sebab, jika hanya melalui teori yang imajinatif, selain dapat membingungkan, juga dapat mengakibatkan salah tafsir. Lingkungan belajar di sekolah ini dirancang menggunakan konsep yang berpusat pada siswa (student centred), sehingga mendorong anak untuk mengeksplor apa yang mereka miliki dan dapat menciptakan hal baru.

Salah satu bentuk prakteknya adalah dengan melakukan moving class. Siswa berpindah dari kelas yang satu ke kelas lain yang dijadwalkan pada hari itu. Siswa tidak akan bosan belajar di kelas yang itu-itu saja dengan guru yang sama, melainkan kelas yang variatif dan guru yang berbeda pula. Kekuatan pelaksanaan metode sentra dan lingkaran ini salah satunya terletak pada peraturan yang dibuat dan disepakati oleh siswa. Mengapa? Karena peraturan atau kesepakatan yang dilontarkan oleh anak akan lebih mereka pahami dan patuhi.

Ada standard minimal sentra dalam satu sekolah yang biasa dilakukan, yaitu:
Sentra Balok: melatih memahami bentuk tiga dimensi, memahami konsep keseimbangan bangunan, melatih fisik dan motorik kasar, dll.
Sentra Bermain Peran: melatih keberanian dan rasa percaya diri, memberi kebebasan kepada untuk berekspresi, memberi kesempatan untuk mengasah bakat dan minatnya, dll.
Sentra Seni: mengasah daya seni, melatih menuangkan imajinasi menjadi satu karya nyata, melatih sosial dan bekerja sama dalam menciptakan sesuatu, dll.
Sentra Bahan Alam: melatih koordinasi mata dan tangan yang dibutuhkan untuk kesiapan menulis, melatih motorik halus dan motorik kasar, merangsang syaraf taktil yang dibutuhkan untuk menulis, dll.
Sentra Persiapan: mempersiapkan untuk mampu membaca, menulis dan berhitung dengan memperkuat pemahaman konsep membaca, menulis dan berhitung, dll.

Rangsangan-rangsangan tersebut dapat membantu anak untuk mengembangkan berbagai aspek perkembangan dan kecerdasannya. Posisi guru ialah membantu dan memfasilitasi agar tujuan tersebut dapat tercapai dengan baik. Dengan demikian, anak belajar dari hal-hal yang sederhana sampai yang komplek, dari yang konkrit ke abstrak.


Read More
Location: Bekasi, Indonesia 0 comments

Menerima Siswa Baru


Menerima pendaftaran siswa/siswi baru atau pindahan, tahun ajaran 2013-2014

Read More
Location: Bekasi, Indonesia Wednesday, May 29, 2013 0 comments

Parents

Read More
0 comments

5 Cara Mendidik Anak Yang Salah


Ghiboo.com – Menjadi orang tua memang tidak mudah, butuh kesabaran dalam membesarkan dan mendidik anak. Tapi, jika cara Anda salah, itu juga berakibat fatal dan buruk untuk masa depannya.
Terkadang tanpa Anda sadari, sikap dan cara didik kepada anak justru membuat mereka stres. Kadangkala terlalu memanjakan mereka, itu juga tidak baik bagi perkembangkan mereka.
Berikut ini ada 5 cara mendidik anak yang dianggap salah, seperti dikutip dari Times of India, Jumat (10/2).

Tidak ada waktu 

Sebagai orang tua, Anda mungkin tidak pernah menyediakan waktu dengan anak-anak. Setidaknya menanyakan kegiatan mereka apa saja disekolah. Komunikasi dengan anak penting, karena jika mereka punya masalah, akan disampaikan ke Anda dan masalah itu bisa cepat diselesaikan.

Terlalu royal memberi hadiah

Sebaiknya Anda tidak terlalu mudah memberikan anak hadiah apalagi jika tidak didukung prestasi yang baik di sekolah. Anda boleh-boleh saja memberi mereka hadiah, tentunya dengan memberi pengertian apabila prestasi di sekolah bagus, minimal nilai pelajaran mereka baik.

Membandingkan-bandingkan

Banyak orang tua yang membandingkan anak mereka dengan orang lain, baik itu saudara, teman atau teman sekelas. Kondisi itu akan membuat meereka semakin merasa tidak layak. Anda harus tahu, setiap anak memiliki kemampuan berbeda, jadi lebih baik Anda memberi motivasi dan dukungan terhadap potensi yang ada padanya.

Terlalu dibebani

Anak juga butuh istirahat dan dicharge. Ibarat baterai, kegiatan yang padat setelah sekolah seperti les, kursus dan lainnya sudah cukup membebani mereka. Jadi, berilah mereka waktu menyalurkan hobi, apakah olahraga, mendengarkan musik atau bahkan tidur.

Terlalu menuntut

Ujian adalah saat-saat paling tidak menyenangkan bahkan menjadi beban bagi anak-anak. Semakin terbebani karena Anda menuntut nilai yang bagus, kondisi ini bisa membuat mereka semakin stres. Seharusnya, yakinkan anak Anda dan motivasi mereka bahwa nilai jelek bukan akhir dari semuanya, karena masih ada kesempatan lain.


Read More
0 comments

Pekan Dongeng













































Read More
Location: Kota Bekasi, Indonesia Tuesday, May 28, 2013 0 comments